Diklat Kepala Laboratorium

DIKLAT KEPALA LABORATORIUM SEKOLAH

Tujuan:

1. Peserta dapat merencanakan kegiatan lab secara sistematis

2. Peserta dapat memahami aspek-aspek pengelolaan laboratorium

3. Peserta dapat merencanakan pengembangan laboratorium berdasar hasil analisis evaluasi diri

4. Peserta dapat menyusun Prosedur Operasional Baku laboratorium

Laboratory management (pengelolaan laboratorium) adalah usaha untuk mengelola laboratorium berdasar konsep manajemen baku, Pengelolaan yang baik ditentukan oleh beberapa factor yang saling terkait (Dirjen Dikti, 2004). Perencanaan yang baik merupakan kunci dari sistem pengelolaan. Laboratorium sekolah memiliki fungsi yang penting dalam proses pembelajaran yang mengutamakan ketrampilan proses. Melalui kegiatan laboratorium siswa tidak hanya mendengarkan, mencatat, mengajukan atau menjawab pertanyaan sebagaimana yang berlangsung di kelas konvensional, tetapi siswa dapat melakukan, mengamati gejala dan fenomena, menyimpulkan, dan menemukan sendiri konsep dari data yang diperolehnya. Kegiatan di laboratorium menuntut ketertiban, kecermatan. kehati-hatian, kejujuran dalam menyampaikan data, kebersihan, dan kedisiplinan maka dapat dikembangkan karakter–karakter positif dari pengguna laboratorium. Di sisi lain laboratorium juga dapat menjadi fasilitas untuk menghasilkan karya ilmiah siswa dan guru.  Karena fungsi laboratorium sangat penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan karakter, kegiatan-kegiatan dan pengembangannya harus direncanakan secara baik.

A. Pengelolaan laboratorium.

Kompleksitas pengelolaan laboratorium sangat bergantung pada fasilitas dan sumberdaya yang dimiliki. Laboratorium yang ada di sekolah/madrasah sangat beragam keadaannya, sebagai gambaran SMA yang maju memiliki lab kimia, lab biologi, lab fisika, lab TIK, dan lab bahasa secara terpisah dengan tenaga labnya masing-masing, tetapi di sisi lain ada sekolah yang labnya menjadi ruang kelas dengan peralatan terbatas dan tanpa dikelola oleh tenaga laboratorium. Guru pengguna lab sering harus berperan ganda sebagai kepala lab, teknisi, sekaligus laboran yang menyiapkan alat dan bahan sendiri, membersihkan dan menyimpan setelah selesai kegiatan, bahkan menangani pengadaan alat dan bahan yang diperlukan.

Tanggung jawab Kepala Laboratorium meliputi penanganan banyak aspek yang perlu dikelola secara baik. Beberapa perangkat manajemen laboratorium yang perlu diperhatikan adalah:

a. Tata ruang

Laboratorium dapat berfungsi optimal jika ditata dengan baik. Lab yang baik memiliki 2 pintu untuk masuk dan keluar, pintu darurat, ruang persiapan, ruang penyimpanan bahan dan alat, ruang teknisi dan laboran, almari asam atau foom hood, ruang kerja lab, almari praktikan, almari alat, alamari bahan cair, almari bahan kering, ruang untuk keselamatan kerja, fun

b. Alat

Peralatan standar yang harus dimiliki laboratorium sekolah adalah alat yang diperlukan untuk praktikum. Umumnya siswa bekerja di laboratorium secara berkelompok sehingga dapat mengurangi jumlah kebutuhan alat dan bahan. Untuk menghasilkan data yang baik alat perlu dikalibrasi, misalnya thermometer dan timbangan. Kualitas alat yang tersedia di pasaran beragam, alat gelas pyrex dan duran umumnya tahan panas dan memiliki presisi yang baik dibanding alat gelas lokal. Untuk kebutuhan praktikum di sekolah kualitas alat belum menjadi tuntutan, yang penting dapat berfungsi baik. Guru kreatif dapat memanfaatkan lingkungan, bahan, dan barang yang ada di sekitarnya  untuk kegiatan praktikumnya.

c. Infrastruktur

Infrastruktur laboratorium mencakup laboratory assessment  dan fasilitas umum. Laboratory assessment  adalah bangunan fisik laboratorium terkait letak dan posisi serta aksesnya, pintu, ventilasi, almari asam, kelengkapan ruang, meja praktikum, jenis lantai, pembuangan limbah, tempat-tempat penyimpanan, jenis-jenis almari alat dan bahan, dan kondisi fisik lainnya. Fasilitas umum yang dimaksud adalah ketersediaan listrik dan instalasinya, air dan intalasi penyalurannya, gas, ketersediaan dana, dan tenaga teknis untuk layanan lab.

d. Administrasi dan inventarisasi laboratorium

Administrasi laboratorium menyangkut daftar alat dan asediaan bahan, administrasi peminjaman, daftar kebutuhan alat dan bahan, daftar penggunaan alat khusus, SOP, dan inventarisasi lab.

e.  Pendanaan

f. Keamanan dan keselamatan kerja

g. Prosedur operasional baku dan tata tertib lab

h.  Keterampilan tenaga laboratorium dan deskripsi tugas tenaga laboratorium

i. Organisasi laboratorium

Kedudukan kepala laboratorium di sekolah beragam, terlebih untuk sekolah swasta. Satu sekolah dapat saja hanya memiliki satu kepala lab yang mengkoordinir semua kegiatan lab, tetapi akan lebih baik jika setiap laboratorium memiliki satu Kalab. Untuk saat ini Ka Lab memiliki kewajiban mengajar seperti Wakasek yaitu cuma mengajar 12 Jam pelajaran per minggunya.

 

Silakan Download Materi Diklat TIK di bawah ini

Rencana Penambahan komputer

4 comments on “Diklat Kepala Laboratorium

  1. punya contoh format program kerja tahunan kalab KKPI ga Pak?? kalau ada mohon bantuannya untuk dikirim ke email saya. Trimakasih banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s